Lamongan memiliki minuman khas yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yaitu legen. Selain rasanya yang unik dan natural, legen memiliki banyak khasiat kesehatan, antara lain menyembuhkan sariawan, panas dalam, susah buang air besar, membantu meluruhkan batu kemih, meningkatkan daya tahan tubuh, dan lain lain.
Sayangnya minuman yang berasal dari nira pohon siwalan ini tidak tahan lama. Legen hanya mampu bertahan setengah hari. Jika dibeli sebagai oleh-oleh, sampai di rumah legen sudah basi.
Agar bisa dipasarkan sebagai oleh-oleh yang tahan lama, legen harus disterilisasi dan dikemas dalam kemasan steril. Sterilisasi ini akan membunuh bakteri yang memfermentasi legen menjadi asam. Dengan cara ini legen bisa tahan minimal satu minggu, dan diharapkan bisa sampai satu bulan.
CARA PRODUKSI
Selama ini legen dipanen dengan cara tradisional. Selesai dipanen legen dimasukkan ke dalam botol bekas Aqua atau Cleo 1,5 liter dan dijual di warung.
Agar steril, legen harus dikemas dengan cara higienis. Begitu turun dari pohon siwalan, legen langsung dipasteurisasi selama 30 menit pada suhu 60 Celcius, lalu dimasukkan ke dalam botol hot fill dan ditutup dengan segel. Botol ini tebal dan tahan panas.
Setelah itu legen di dalam botol ini direndam di dalam air hangat dengan suhu 60 derajat Celcius selama 30 menit untuk membunuh bakteri yang masuk botol selama proses pengemasan.
Suhu 60 derajat Celcius selama 30 menit ini berdasarkan hasil eksperimen yang kami lakukan, mengikuti standar pasteurisasi pada susu segar. Suhu tidak dibuat lebih tinggi karena makin tinggi suhunya, zat-zat vitamin di dalam legen bisa rusak. Selain itu, makin tinggi suhunya tekanan di dalam botol akan makin tinggi dan botol bisa menggembung.
Setelah itu legen dibiarkan dingin dan siap dipasarkan.
ANGGARAN RENCANA PRODUKSI
Saat ini legen kemasan steril masih dalam tahap eksperimen menggunakan alat-alat seadanya. Sejauh ini legen bisa tahan sampai satu minggu.
Untuk produksi skala UMKM, setidaknya dibutuhkan alat-alat dan bahan sebagai berikut:
1. Botol Kaca dan Plastik Hot Fill
Kami bereksperimen menggunakan botol kaca dan botol plastik hot fill yang memang khusus kemasan cairan panas.
Botol kaca memberikan hasil paling bagus karena lebih tahan tahan panas. Akan tetapi botol kaca punya kelemahan dalam hal harganya mahal dan lebih mudah pecah daripada plastik.
2. Panci Besar untuk Pemanasan
Kami bereksperimen menggunakan panci stainless steel besar untuk produksi kue kukus ukuran 100 cm × 50 cm.
3. Legen dari Petani
Harga legen segar kualitas bagus dari petani sekitar Rp10.000 per liter.
PEMASARAN DAN RISET BERKELANJUTAN
Sejauh ini kami baru di tahap eksperimen. Riset masih terus berjalan dan produk akan terus kami perbaiki. Jika nanti produk ini siap jual, kami berencana akan menjualnya lewat beberapa cara:
1. Titip jual di toko oleh oleh dekat Wisata Bahari Lamongan.
2. Jual online di Shopee, Tiktok Shop, Facebook, dll.
Pemasaran akan kami lakukan di media sosial, dengan dibantu oleh dua konsultan kami:
1. Auliyau Rohman, wartawan Detik.com
2. Aflahul Abidin, wartawan Tribun/Surya
Riset dibantu oleh konsultan kami, Mohammad Sholekhudin, apoteker Apotek Almochtadi Blimbing, Paciran; penulis dan mantan wartawan Kompas Gramedia.

Post a Comment